Skip to content

OTT Patrialis Akbar dan Tanggapan Prof. Yusril Ihza Mahendra

Oleh : Yusril Ihza Mahendra

Menanggapi penangkapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis
Akbar dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Yusril menganggap, tak mungkin ada aksi suap menyuap saat uji materi undang-undang (UU).

Pakar hukum tata negara ini mengatakan, dalam kasus Patrialis, informasi yang dia dapatkan baru pada saat MK tengah mengumpulkan semua hakim dipanggil terkait OTT KPK. Dia pun belum secara rincimendapatkan informasi terkait OTT KPK yang
mengamankan 11 orang tersebut,  yang mana salah satunya merupakan Hakim MK Patrialis Akbar. 


“Kalau perkara pilkada, kepada hakim sangat mungkin suap menyuap karena kuncinya pada panel hakim itu yang memeriksa lebih detail lalu dilaporkan ke sidang paripurna,”
ujarnya pada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

Sedang dalam pengujian UU, kata Yusril, kemungkinan kasus suap-menyuap cukup kecil terjadi. Sebabnya, ada pemeriksaan pendahuluan terlebih dahulu meski tak masuk substansi.

Lebih jauh,  apabila materi UU itu sudah diuji sebelumnya, tentu akan ditolak saat dibawa ke sidang MK. “Lalu, menyogok satu hakim apa iya bisa mempengaruhi delapan orang lainya, itu sia-sia, kecil kemungkinannya (ada suap-menyuap),” tuturnya.


Yusril menerangkan, kalau pun ketua MK bisa dipengaruhi misalnya, tentu ketua MK pun tak
mudah pula memengaruhi hakim lainnya sehingga kemungkinan terjadinya sogok-
menyogok itu kecil. Apalagi, tambah Yusril, dalam sidang MK itu, khususnya dalam pengujian UU, yang bakal dijadikan putusan itu bergantung dari suara terbanyak hakim, bukan dari satu hakim yang disuap tersebut.

Leave a Reply

%d bloggers like this: