Skip to content

Geopolitik dan Geostrategi Indonesia dalam kacamata Inteligent

Oleh : Letjend. TNI. Agoes Sutomo
(Rangkuman materi  “Geopolitik dan Geostrategi Indonesia dalam kacamata inteligent” )

” Masyarakat harus yakin. TNI tetap setia pada NKRI dan rakyat. TNI tahu kapan saatnya mengambil sikap kalau negara memang dalam keadaan genting”.

1. Kalau kita mendengar presentasi Panglima TNI ttg perspektif ancaman pada ILC yang lalu maka kita akan paham kenapa Indonesia menjadi sasaran target incaran negara maju di dunia.

2. Kekuatan asing yang mengincar Indonesia sangat berharap Indonesia rusuh, perang saudara seperti Suriah sekarang.

3. Untuk itu mereka telah melakukan skenario (ibarat lingkar obat nyamuk) secara sistematis melakukan proxy war pelemahan Ketahanan Nasional Indonesia dari masa ke masa secara bertahap dan halus.

4. Pelemahan sistem pertahanan kita itu meliputi semua bidang. Mulai dari ekonomi, politik, hukum, peraturan perundangan, sejarah, media informasi, pergeseran watak prilaku bangsa, gaya hidup, institusi pemerintah, termasuk pelemahan TNI baik secara fungsi dan wewenang.

5. Pelemahan sistem pertahanan ini tentu melalui operasi inteligent masive dan terstruktur

6. Ada USER (State /non state (negara/kelompok elit), ada AGENT HANDLE, di bawahnya AGENT ACTION, di bawahnya lagi INFORMAN berlapis.

7. Tiap struktur dan bahagian ini bergerak menurut tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya masing masing, dimana diantara sesama merekapun tidak saling mengenal. Yang tahu hanya SANG USER.

8. Mereka dibayar, dilatih, untuk melakukan operasi operasi cipta kondisi bahkan sabotase dengan bantuan dana tanpa batas serta dukungan power politik yang kuat.

9. Masing-masing Agent ini masuk melebur kedalam sendi-sendi kehidupan bernegara kita.

_Ada yang masuk dan menjadi tokoh negarawan, dosen, pengamat, pejabat publik, institusi pemerintahan (Eksecutive, legislatif, yudicative), dunia perbankan, dunia perfilman,Bahkan sampai ke istana dan tubuh TNI-POLRI sekalipun._

10. Agent handle sebagai pengendali, Agent action sebagai eksekutor, informan sebagai pengumpul informasi lapangan.

11. Masing agent ada yg  bergerak sebagai pendukung, kontra, pihak ke tiga dari pemerintahan.

12. Semua bergerak dalam rangka mengamankan setiap kepentingan USER di Indonesia. Salah satu *contoh yang marak sekarang adalah bagimana merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di Indonesia.

13. Untuk menciptakan gejolak masing agent bergerak untuk menanamkan rasa saling benci, saling curiga, saling buruk sangka, diantara sesama anak bangsa. Baik antar suku, antar agama, antar ormas, antar ulama  antar pengamat, antar kampus, antar parpol, antar tokoh bangsa. Termasuk antar institusi.

14. Kita semua seolah di paksa dan di giring kepada satu titik yaitu PERANG (SAUDARA). sekecil apapun masalah akan di peruncing dan di provokasi. Timbal balik.

15. Tujuannya hanya satu : Menjadikan anak bangsa menjadi bangsa yang sinis, egois, ambisius, sadis, anti kebersamaan.
16. *Kita di jauhkan dari sifat asli bangsa Indonesia seperti : Pejuang, militan, pemberani, kuat, kompak, suka bermusyawarah, bergotong royong.

17. Jadi kalau ada kejadian disekitar kita yang diluar kewajaran itu adalah salah satu bentuk hasil kerja para agent tersebut.

18. Perang saudara adalah hal yang sangat di inginkan USER asing thd Indonesia. Agar kita akhirnya terpecah belah, hancur lebur, lemah untuk kemudian mereka kuasai (Jajah).

SOLUSI :

1. Jadilah kita kembali menjadi jati dirinya orang Indonesia. Sebuah kesadaran kolektif senasib satu bangsa dan satu rasa cinta tanah air. Tak ada pandang SARA.

Kita adalah sebuah bangsa yang kuat dan bersaudara.

2. Jangan mau terpancing untuk menjadi “Tidak Waras” dan ikut GILA (Sesuai keinginan USER) untuk punya keinginan saling bunuh, saling memerangi, saling menghabisi antar sesama anak bangsa.Persoalan politik diselesaikan dengan cara politik yang moderat.

3. Kalau Indonesia pecah perang saudara, banyak negara sekitar kita yang  tepuk tangan  dan bahagia.

4. Secara politik konstitusional. Tidak ada yg lebih baik, selain kembali lagi kepada UUD 1945 yg Asli dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Karena itu dibuat oleh para Founding Father kita melalui sebuah perenungan, pemikiran, dan penghayatan yang sangat dalam sesuai dengan kondisi bangsa.

5. Ikat dan perkuat kembali rasa persatuan sesama anak bangsa. BUNUH segala bentuk skenario para USER tersebut dengan tidak mudah terpancing, dan justru merekat kembali rasa persaudaraan.

6. Bagi pemuda pemuda idealis dan nasionalis. Mari ikut berjuang mengambil peran dan posisi strategis negara untuk melakukan perbaikan moral dan cita cita bangsa.

7. Percayalah. TNI tetap solid dan setia terhadap NKRI. Bersama Rakyat TNI Kuat. TNI tahu kapan saat yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan disaat negara genting.

Batam, 29 Desember 2016.
[Dian]

Leave a Reply

%d bloggers like this: