Skip to content

PBB Mengajak Umat Islam Perkuat kembali Kekuatan Politik Islam

Oleh : Yusril Ihza Mahendra

Alhamdulillah Rapat Pleno DPP PBB untuk mengesahkan resuffle kepengurusan telah selesai sore ini Rabu 8 Februari 2017. Resuffle juga akan dilakukan terhadap anggota Majelis Syuro dan Mahkamah Partai. Resufle dilakukan untuk mengganti personalia yg tidak aktif  dan reposisi dalam susunan kepengurusan. Ketua Umum PBB kini didampingi 6 Wakil Ketua Umum (Jamaludin Karim, Syarifin Maloko, Jurhum Lantong, Muhanto AQ dan Masudul Haq). Sedangkan Sekjen kini dijabat oleh Ir. Afriansyah Noor, MM.

Resufle ini dilakukan juga untuk mempercepat dinamika partai ke dalam maupun keluar dan menjaga soliditas pengurus DPP PBB. Khususnya dalam menghadapi dinamika politik yang berkembang makin cepat di tanah air. Tahun ini dan tahun depan akan depan akan ada pilkada serentak. Tahun 2019 akan ada pemilu serentak utk memilih DPR, DPD, DPRD dan Presiden/Wapres.

Sementara situasa politik, keamanan, ekonomi dan sosial masyarakat kita sekarang berada dlm kondisi tak menggembirakan. Ekonomi kita terpuruk, hutang luar negeri makin membengkak, pengangguran makin meluas, sementara datang penyerbuan TKA kasar dari Tiongkok yg amat meresahkan.

Secara sosial kita menyaksikan makin meningkatkan ketegangan SARA di tanah air. Jika hal ini dibiarkan tanpa kendali, bukan mustahil bentrokan demi bentrokan akan terjadi dan memecahbelah kesatuan bangsa kita. Negara2 besar, bahkan sebagian negara tetangga kita, akan senang jika bangsa dan negara kita terpecah belah menjadi negara2 kecil.

PBB sangat prihatin menyaksikan dipojokkannya Islam dan umat Islam melalui berbagai media dan sikap Pemerintah yg terkesan melakukan pembiaran atas perlakuan semena-mena dan merendahkan martabat Islam, ulama dan tokoh2ya serta umatnya di negeri ini. Padahal Islam telah memberikan kontribusi sangat besar bagi kemajuan bangsa jauh sebelum kemerdekaan.

Perlakuan semena2 terhadap Islam ini seharusnya menjadi kesadaran baru bagi umat Islam di negara ini bahwa tanpa kekuatan politik dan ekonomi, kendatipun umat Islam mayoritas, mereka dengan mudah diremehkan bahkan diinjak-injak. Untuk itulah, PBB berupaya tetap eksis dan mengajak umat Islam untuk jangan meninggalkan Islam dalam berpolitik.

Dengan terjadinya sekularisasi politik, yakni melepaskan Islam dari politik, maka kebijakan apapun yg diambil Pemerintah di negara ini takkan pernah berpihak kepada Islam. Akhir2 ini, Komunispun seolah mendapat tempat untuk hidup kembali. Individu2 dari kalangan minoritas dengan berani dan leluasa menantang, menghina dan menista Islam melalui berbagai media sosial, sementara aparat penegak hukum seakan diam membiarkannya.

PBB mengajak umat Islam untuk kembali memperkuat partai Islam dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam. Jika partai Islam ditinggalkan, maka yang muncul adalah kekuatan sporadis, yang bisa menekan, namun tetap berada di pinggiran kekuasaan sehingga tdk bisa membuat kebijakan dan melaksanakannya. Umat Islam jangan sampai dijadikan bulan2an politik yang terus-menerus dipinggirkan dan terpojokkan tanpa dapat menentukan arah perjalanan bangsa dan negara.

Demikian.
[FerryKJ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: